SYAHRIANI ARIFIN

Kemarin dan esok adalah hari ini.

Responsive Ads Here

Selasa, 24 Januari 2023

BEST PRACTICE : MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PPKN DENGAN MATERI INTEGRASI NASIONAL BAGI BANGSA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA KELAS X SMAN 1 TAMIANG LAYANG

 

BEST PRACTICE

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PPKN DENGAN MATERI INTEGRASI NASIONAL BAGI BANGSA INDONESIA MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA KELAS X SMAN 1 TAMIANG LAYANG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DIBUAT OLEH :

 

 

NAMA                   : SYAHRIANI, S.Pd

NO PESERTA      : 201699751393

KELAS                 : Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan (PPKn)

LPTK                    : UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

 

 

 

 

MAHASISWA PPG DALAM JABATAN

KATEGORI 1 GELOMBANG 2

TAHUN 2022

 

 

 

 

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice)  Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

 

Lokasi

SMA Negeri 1 Tamiang Layang

Lingkup Pendidikan

Mapel PPKn jenjang SMA Kelas X

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn dengan materi Integrasi Nasional Bagi Bangsa Indonesia melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) Kelas X Pada SMAN 1 Tamiang Layang

Penulis

SYAHRIANI, S.Pd

Tanggal

19 Januari 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah adalah rendahnya motivasi belajar peserta didik terhadap mata pelajaran PPKn. Hal ini dapat dilihat saat peserta didik mengikuti proses pembelajaran.

1.    Pada saat dilakukan apersepsi terhadap materi sebelumnya, sebagian besar peserta didik sudah lupa terhadap materi yang telah di pelajari pada pertemuan sebelumnya.

2.    Peserta didik tidak memperhatikan saat guru menjelaskan sehingga sering tidak mengerti ketika diminta mengerjakan tugas.

3.    Peserta didik masih jarang menyampaikan pendapatnya ketika sedang diskusi dan pada saat presentasi.

4.    Peserta didik kurang fokus pada saat proses pembelajaran karena pembelajaran  didominasi ceramah tanpa melibatkan media inovatif dan interaktif yang mengundang minat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran

5.    Proses pembelajaran yang masih belum memuat unsur TPACK dan HOTS sehingga belum maksimal dalam melatih siswa untuk berpikir kritis.

 

Praktik pembelajaran ini sangat penting untuk dibagikan karena :

1.    Sebagian besar guru mengalami permasalahan sama seperti yang saya hadapi saat ini

2.    Praktik pembelajaran ini memotivasi saya untuk mendesain pembelajaran yang kreatif, inovatif dan berpusat pada peserta didik

3.    Diharapkan praktik pembelajaran ini juga bisa menjadi inspirasi bagi rekan guru yang lain

 

Peran saya sebagai guru mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan proses pembelajaran ini secara efektif dengan menggunakan metode, model, dan media pembelajaran inovatif yang tepat dan terintegrasi dengan TPACK, sehingga tujuan pembelajaran peserta didik bisa tercapai.

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Dari analisis hasil kajian literatur, wawancara guru, kepala sekolah dan pakar, tantangan yang terjadi

antara lain :

1.    Peserta didik masih terbiasa dengan pola pembelajaran konvensional, sehingga guru harus aktif untuk memberikan stimulasi untuk mengajak siswa berpikir kritis.

2.    Pada saat pelaksanaan terjadi beberapa kendala, diantaranya kameramen yang sudah disiapkan berhalangan sehingga harus mencari kameramen pengganti yang mana minim waktu untuk persiapan.

3.    Terbatasnya sarana pendukung pembelajaran yang kreatif dan inovatif, seperti jumlah Proyektor yang masih belum sesuai dengan kebutuhan di sekolah. Sehingga akhirnya penggunaan peralatan tersebut harus bergantian.

4.    Siswa masih belum terbiasa menggunakan gadget sebagai media pembelajaran. Siswa cenderung menggunakan gadget hanya sebagai alat untuk bermain sosial media dan bermain game saja.

5.    Kondisi fisik siswa yang sudah lelah, terlebih ketika pembelajaran di siang/sore hari. Sehingga diperlukan strategi tertentu agar siswa menjadi semangat kembali.

 

Selama proses pelaksanaan kegiatan ini melibatkan beberapa diantaranya:

1.    Kepala Sekolah

2.    Rekan Sejawat

3.    Tenaga Kependidikan

4.    Peserta Didik

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Berdasarkan tantangan yang dihadapi diatas, maka aksi yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik adalah sebagai berikut.

1.    Merencanakan pembelajaran dengan baik, melalui pemilihan model, dan menggunakan media pembelajaran yang bervariatif.

2.    Problem based learning (PBL) merupakan salah satu model yang dapat digunakan agar pembelajaran lebih terfokus pada peserta didik sekaligus melatih siswa berpikir kritis.

3.    Membuat media pembelajaran menggunakan powerpoint yang di desain menarik dengan memasukan animasi dan gambar yang memudahkan siswa untuk memahami materi yang disampaikan.

4.    Mendesain Edu Game melalui platform Kahoot, sehingga meningkatkan minat kompetisi siswa sekaligus merangsang siswa untuk menggunakan gadget sebagai media pembelajaran.

5.    Melakukan evaluasi pembelajaran menggunakan LMS moodle agar lebih bervariatif.

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari penerapan media pembelajaran inovatif yang diintegrasikan dengan TPACK, dengan metode saintific dan model Problem Based Learning (PBL) sangat efektif dan peserta didik lebih bersemangat mengikuti pembelajaran.

Pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik diajak untuk menyimak tayangan berupa video melalui slide PPT sebagai media interaktif. Peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang, kemudian tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan menjawab pertanyaan dari guru dan kelompok lainnya. Penerapan model Problem Based Learning lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional hal ini ditunjukkan dengan hasil observasi secara langsung oleg guru antara lain

1.    Peserta didik mudah memahami materi yang disampaikan karena melibatkan media interaktif

2.    Peserta didik mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab

3.    Peserta didik terlibat aktif dalam diskusi kelompok

4.    Peserta didik mendapatkan pengalaman pembelajaran berharga

5.    Peserta didik mampu membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil laporan di depan kelas dengan bahasa yang baik dan sopan

 

Hasil Belajar yang diperoleh adalah

1.    Peserta didik mendapatkan nilai sangat baik

2.    Semua peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dilihat dari peserta didik mampu mengerjakan tugas mandiri yaitu menjawab LKPD dan tugas kelompok sesuai petunjuk yang telah ditentukan.

3.    Peserta didik memecahkan permasalahan dalam diskusi kelompok dan masing-masing peserta didik mendapatkan tugas untuk diselesaikan.

4.    Peserta didik mampu menyajikan hasil berdasarkan masalah yang dianalisis bersama kelompok

5.    Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan hasil belajar.

 

Manfaat yang didapatkan setelah mengikuti proses pembelajaran adalah motivasi dan hasil belajar peserta didik semakin meningkat.

 

Guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna, menyenangkan sesuai pembelajaran abad 21 dengan menerapkan media variatif sesuai gaya belajar peserta didik dan diintegrasikan dengan TPACK sekarang ini  penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan sudah menjadi suatu keharusan seperti penggunaan media interaktif dan inovatif dan tentunya perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak dan stakeholder terkait, terutama pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan saat ini.

 

Keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan pada kemampuan seorang guru dalam menguasai materi pelajaran, mampu menerapkan model, metode, media pembelajaran dan langkah-langkah  sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah dibuat. Guru harus kretaif dan inovatif dalam mempersiapkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan agar peserta didik lebih bersemangat mengikuti pembelajaran dan mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

1. Harap berkomentar sesuai dengan topik pembahasan diatas
2. Berkomentarlah dengan bijak dan tidak melanggar unsur SARA.
3. Harap maklum jika tidak semua pertanyaan sempat atau bisa dijawab.
--- Terimakasih telah berkunjung dan berkomentar :-).